Home » » MENDAUR ULANG SAMPAH

MENDAUR ULANG SAMPAH

Written By MOH. AFLACH on Rabu, 19 Januari 2011 | 20.00


CARA MENDAUR ULANG SAMPAH

2.1.    Pengolahan Sampah
Beberapa alternatif cara pemusnahan sampah yang dapat dilakukan secara sederhana sebagai berikut : [1]
1.      Penumpukan
Dengan metode ini, sebenarnya sampah tidak dimusnahkan secara langsung, namun dibiarkan membusuk menjadi bahan organis. Metode penumpukan bersifat murah, sederhana. Tetapi, menimbulkan resiko karena berjangkitnya penyakit menular, menyebabkan pencemaran, terutama bau dan sumber penyakit.
2.      Pengomposan
Cara pengomposan merupakan cara sederhana dan dapat menghasilkan pupuk yang mempunyai nilai ekonomi. Seperti yang dilansir dalam http://www.Tempo Interaktif.com: Peneliti dan ahli lingkungan Badan Pengkajian dan Pengembangan Teknologi (BPPT) Hengki Sutanto mengatakan sebenarnya sampah rumah tangga bisa di ubah menjadi kompas yang berguna untuk tumbuh-tumbuhan di pekarangan rumah sendiri. Sampah basah seperti bekas makanan atau minuman sehari-hari dipisahkan dari sampah kering seperti kaleng, plastik, kertas. Sampah basah itu kemudian di tumpuk dalam sebuah lubang kecil di pekarangan rumah. Dalam jangka waktu tertentu bagian paling bawah tumpukan tersebut diangkat kemudian ditebarkan ke taman sebagai pupuk kompas. Pengelolaan sampah menjadi kompas ini dapat dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah, untuk meningkatkan permeabilitas tanah dan dapat mengurangi ketergantungan pada pemakaian pupuk mineral (seperti Urea). Selain mahal, Urea juga dikhawatirkan menambah tingkat polusi tanah.[2]
3.      Pembakaran (incinerator)
Metode ini dapat dilakukan hanya un sampah yang dapat dibakar habis, harus diusahakan jauh dari pemukiman warga agar terhindar dari pencemaran  asap, bau dan kebakaran, tetapi pembakaran sampah menghasilkan diosin, yaitu ratusan jenis senyawa kimia berbahaya seperti CCD (Chlorinated Dibiqo  -P- Dioxin), CDF (Chlorinated Diben 20 Furan) atau PCB (Poly Chlorinated Biphenly). Jika semua yang berstruktur sangat stabil itu hanya dapat larut dalam lemak dan tidak dapat terurai ini bocor ke udara dan sampai kemudian dihirup oleh manusia maupun hewan melalui udara. Dioksin akan mengendap dalam tubuh, yang pada kadar tertentu dapat mengakibatkan kanker. Bahkan Global anti Incinerator Alliance (GAIA) menjelaskan bahwa incinerator juga merupakan sumber utama pencemaran merkuri. Merkuri merupakan racun saraf yang sangat kuat, yang dapat mengganggu sistem motorik, sistem panca indra dan kerja sistem kesadaran, selain itu, incinerator juga merupakan sumber polutan-polutan logam berat, seperti timah (Pb), cadmium (Cd),arsen (As) dan Kromium (Cr). Polutan-polutan adalah senyawa-senyawa hidrokarbon-halogen (Non-Dioxin), gas-gas penyebab hujan asam, partikulat-partikulat yang dapat mengganggu fungsi paruparu, dan gas-gas efek rumah kaca. Namun demikian klasifikasi polutan-polutan yang menghasilkan incinerator masih belum lengkap dan masih banyak lagi senyawa-senyawa yang belum teridentifikasi dalam bentuk emisi dan abu udara.



4.      Sanitary Landfill
Metode ini hampir sama dengan pemupukan, tetapi cekungan yang telah penuh terisi sampah di tutupi tanah, namun cara ini memerlukan areal khusus yang sangat luas.
Metode ini dapat menghasilkan polusi udara secara umum. Sanitary landfill terdiri atas elemen sebagai berikut :[3]
a.       Lining System, berguna untuk mencegah atau mengurangi kebocoran leacheta kedalam tanah yang akhirnya bisa mencemari air tanah. Biasanya lining system terbuat dari compacted clay, geomembran, atau campuran tanah dengan bentanitc
b.       Leachate Colleection system, dibuat di atas lining sistem dan berguna untuk mengumpulkan leachate dan memompa keluar sebelum leachate menggenang di lining system yang akhirnya akan menyerap ke dalam tanah, leachate yang dipompa keluar melalui sumur yang disebut leachate inxtraction system.
c.       Cover atau lap system, berguna untuk mengurangi cairan akibat hujan yang masuk kedalam landfill. Dengan berkurangnya cairan yang masuk akan mengurangi leachate. Gas ventilation system, berguna untuk mengendalikan aliran dan konsentrasi di dalam. Dengan demikian mengurangi resiko gas mengalir di dalam tanah tanpa terkendali yang akhirnya dapat menimbulkan peledakan.
d.      Monitoring, bisa dibuat didalam atau diluar landfill sebagai peringatan dini kalau terjadi kebocoran atau bahaya kontaminasi di lingkungan sekitar. Sedangkan gas metana yang dihasilkan melalui teknik sanitary landfill dapat dimanfaatkan untuk sumber listrik dapat dialirkan ke rumah-rumah penduduk. Dan air sampah atau air limbah dapat diolah menjadi pupuk cair.
5.      Penghancuran  (Pulverization)
Beberapa kota besar di Indonesia  saat ini telah memiliki mobil pengumpul sampah yang sekaligus juga dilengkapi alat pelumat sampah. Sampah yang berasal dari bak-bak penampung langsung menjadi potongan kecil sehingga lebih ringkas.
6.      Pemnfaatan Ulang (Recycling)
Sampah-sampah yang sekiranya masih bisa di daur ulang dan di pungut atau dikumpulkan seperti kertas-kertas, pecahan kaca, botol yang tidak terpakai (bekas), logam-logam, potongan plastik dan lain sebagainya. Sehingga dari sampah semacam ini akan do di daur ulang dimanfaatkan kembali. Tetapi perlu diingat jangan sampai sampah demikian dimanfaatkan atau termanfaatkan lagi, seperti kertas-kertas dari tempat begitu saja untuk membungkus makanan, karena ini dapat membahayakan kesehatan.

2.2.    Manfaat Pengelolaan Sampah
   Beberapa manfaat yang didapat dari pengelolaan sampah adalah :
1.      Menghemat sumber daya alam
2.      Menghemat energi
3.      Mengurangi uang belanja
4.      lingkungan asri (bersih, sehat dan nyaman)

2.3.    Produk Bersih dan Prinsip 4 R
Seperti yang dijelaskan oleh Nur Hidayati, Kodiv, kampanye dan pendidikan dalam artikelnya di http//www.walhi.or.id : Publik produksi bersih (clean production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip produk bersih adalah prinsip yang bisa diterapkan dalam keseharian dengan menerapkan prinsip N.R, yaitu L
1.      Reduce (mengurangi)
Berusaha menimimalisasi barang atau material yang kita pergunakan.
2.      Reuse (memakai kemali)
Sebisa mungkin, memilih barang-barang yang bisa dipakai kembali. Menghindari memakai barang-barang yang disposable (sekali pakai buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.
3.      Recyle (mendaur ulang)
Menggunakan bahan yang dapat didegradasi oleh alam. Barang-barang yang sudah tidak berguna lagi, bisa di daur ulang. Tidak semua barang bisa di daur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.
4.      Replace (Mengganti)
Meneliti barang yang kita pakai sehari-hari, mengganti barang yang hanya bisa dipakai sekali dengan barang yang lebih tahan lama dan yang lebih ramah lingkungan. Misalnya, mengganti kantong plastik kita dengan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrotoom karena kedua bahan kedua ini tidak bisa didegradasi alami.[4]

2.4.    Jenis-Jenis Sampah[5]
A.     Berdasarkan Keadaannya
1.      Sampah Anargonik/ kering, contoh : logam, bei, plastik, karet, botol, dan lain-lain yang tidak dapat mengalami pembusukan secara alami.
2.      Sampah Organik/ basah yaitu sampah yang berasal dari makhluk hidup, contohnya : sampah dapur, sisa sayuran, rempah-rempah atau sisa buah yang dapat mengalami pembusukan secara alami.

B.     Berdasarkan Sumbernya
1.      Sampah Alam
Sumpah yang berasal dari alam, seperti halnya daun-daun kering di hutan yang terurai menjadi tanah.
2.      Sampah Manusia
Sampah manusia adalah istilah yang biasa digunakan terhadap hasil-hasil pencemaran manusia, seperti reses dan urin. Samoah manusia dapat menjadi bahaya serius bagi kesehatan karena dapat digunakan sebagai sarana perkembangan penyakit yang disebabkan virus dan bakteri. Salah satu perkembangan utama pada dialektika manusia adalah pengurangan penularan penyakit melalui sampah manusia dengan cara hidup yang higenis. Sampah dapat dikurangi dan dipakai ulang misalnya melalui sistem urinoir tanpa air.
3.      Sampah Konsumsi
Sampah yang dihasilkan oleh manusia pengguna barang.
4.      Sampah Nuklir
Sampah yang dihasilkan oleh manusia pengguna barang.
5.      Sampah Industri
Merupakan bahan-bahan buangan dari sisa-sisa industri.

C.     Berdasarkan Sifatnya
a.       Sampah lapuk
b.      Sampah yang tidak mudah lapuk/sukar dan sampah tidak bisa lapuk
Golongan pertama, sampah sukar lapuk, sekaligus sulit lapuk, sampah jenis ini akan bisa lapuk perlahan-lahan secara alami, sampah jenis ini masih bisa dipisahkan lagi, yaitu :
1)      Sampah tidak mudah lapuk yang bisa dibakar seperti kertas dan kayu.
2)      Sampah tidak mudah lapuk yang tidak bisa dibakar seperti kaleng dan kawat.
Golongan kedua, sampah tidak bisa lapuk : sampah jenis ini tidak akan bisa lapuk secara alami, sekalipun telah memakan waktu yang lama hingga bertahun-tahun. Contoh : plastik kaca dan mika.
 Kalau digambarkan dalam skema sederhana, maka intih uraian di atas akan menjadi seperti berikut :




 




















2.5.    Jenis-Jenis Sampah yang dapat di daur ulang
Di bawah akan disebutkan jenis-jenis sampah yang dapat di daur ulang, yaitu :
1.      Berdasarkan Keadaannya
a.       Sampah Anorgonik/ kering
b.      Sampah Orgonik/ basah
2.      Berdasarkan Sumbernya
a.       Sampah Alam
b.      Sampah Manusia
c.       Sampah Konsumsi
d.      Sampah Industri
3.      Berdasarkan Sifatnya
a.       Sampah lapuk (berbage)
b.      Sampah rubbish/ tidak lapuk

2.6.    Daur Ulang Sampah [6]
Sampah bisa juga di daur ulang kembali ataupun dimanfaatkan. Pendauran akan lebih efektif jika yang dibuang telah dipilih sehingga tiap bagian dapat di daur secara optima;, dari pada dibuang ke system pembuangan limbah yang bercampur seperti yang ada saat ini. Dan hal ini juga didukung oleh industri-industri dengan pendesainan ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur ulang produk tersebut.
Kalau anda ingin mencoba untuk mendaur ulang sampah atau memanfaatkan kembali barang yang selama ini kita anggap sebagai barang yang tidak berharga dan tidak mempunyai nilai ekonomis, barangkali bisa memiliki salah satu dari beberapa cara yang diuraikan di bawah ini :
1)      Pembuatan Briket Arang Sampah
Briket arang sampah ini biasanya hanya dapat dibuat dari sampah jenis rubbish, itu pun yang tergolong sampah tidak mudah lapuk/sukar lapuk yang bisa terbakar. Contohnya adalah sampah-sampah kertas, kerdus dan kayu.
Di bawah ini penulis menguraikan beberapa cara pembuatan briket arang sampah :
a)      Briket arang sampah menggunakan perekat daun
Sesuai dengan namanya, dalam pembuatan briket arang model ini daun tanaman (yang masih basah) memang sengaja dicampirkan untuk merekatkan briket arang sampah agar tidak dibentuk. Bahan pembuatan briket orang sampah ini sebaiknya terdiri atas 87,5%  sampah kering yang bisa terbakar (persentase setelah sampah dibakar dan ditumbuk) dan 12,5% daun tanaman yang masih segar sebagai perekat (persentase setelah daun ditumbuk), cara pembuatannya sebagai berikut :
(1)     Sampah kering dimasukkan kedalam drum bekas sampai setelah 10 cm. ingat, jangan dipadatkan ! sampah ini segera dibakar, selanjutnya setelah sampah pertama terbakar selama kurang lebih 15 menit, sampah kedua dimasukkan setebal 10 cm dan dibakar sampai habis. Demikian seterusnya selam proses pembakaran sampah ini, sampah perlu sekali-klai diaduk-aduk agar semua sampah terbakar dengan sempurna.
(2)     Untuk mengurangi masuknya oksigen ke dalam drum, mulut drum perlu agak ditutup. Dengan demikian, apa tidak akan masuh berkobar-kobar dan bakaran sampah akan mengeluarkan kepulan asap. Dengan cara pembakaran demikian diharapkan sampah akan menjadi orang dengan sempurna.
(3)     Pembakaran diteruskan dan dilakukan persis seperti pada (a) tadi sampai semua sampah habis. Sampah terakhir dibiarkan terus terbakar sampai selama kurang lebih 45-60 menit agar pembakaran sempurna. Selanjutnya, arang sampah didalam drum disiram air sampai tidak membara lagi.
(4)     Kalau arang sampah didalam drum sudah cukup dingin, segera di keluarkan dari dalam drum dan ditampung didalam alat penumbuk arang sampah dihaluskan.
(5)     Di lain alat penumbuk, daun-daun tenaman yang akan dimanfaatkan sebagai perekat ditumbuk juga sampai lumat.
(6)     Kedua bahan yang telah ditumbuk tadi (d dan e) dicampur menjadi satu sampai bercampur betul. Campuran ini lalu dicetak, bentuknya bisa apa saja, terserah kesukaan anda. Bisa berbentuk bola-bola, menyerupai kue putu, bisa berbentuk batangan atau bahkan hanya berbentuk lempengan saja. Selanjutnya, dijemur sampai kering. Beriket arang sampah bisa segera dimanfaatkan.

b)      Briket arang sampah tanpa perekat daun
Pada dasarnya langkah pembuatannya sama dengan briket arang sampah dengan perekat daun. Hanya bedanya, karena briket arang ini dicampur dengan tumbukan daun sebagai perekat. Maka, gampang sekali pecah dan sangat rapuh. Untuk itu, briket arang sampah tanpa perekat daun ini tidak bisa dicetak.. dengan demikian, begitu adonan briket siap segera “dicetak” di mulut anglo (pembakaran dari tanah liat bakaran). Bagian mulut anglo yang berlubang-lubang disisipi gulungan kertas, agar nantinya briket arangnya juga akan berlubang-lubang sehingga tidak menyulitkan pembakaran sewaktu-waktu yang digunakan, gulungan kertas ini harus diangkat segera sesudah adonan briket diisikan ke mulut anglo. Setelah briket arang kering sudah tidak bisa lagi dipindahkan dan diangkat-angkat dari mulut anglo diisi dengan briket arang sampah selanjutnya.

2)      Pembuatan Kompos
Kompos adalah pupuk alami yang terbuat dari bahan-bahan hijauan dan bahan organik lain yang sengaja ditambahkan untuk mempercepat proses pembusukan. Sampah kota yang menguntungkan juga merupakan bahan pupuk kompos yang sangat potensial. Kita bisa memilih dari cara-cara yang akan dijelaskan di bawah ini :
a)      Kompos jadi siap pakai
Kalau yang  ini memang tidak perlu pengompasan lagi karena tumpukan sampah sudah mengalami proses pembusukan dan penghancuran selama beberapa lama di alam terbuka. Tanah bekas timbunan sampah yang sudah berlangsung lama, kira-kira lebih dari setahun, kita gali. Sampah yang sudah menyerupai tanah ini lalu dipisahkan dari bahan-bahan lain yang tidak bisa di lapuk, seperti pecahan kaca dan lembaran plastik. Selanjutnya, tanah sampah di jemur sampai kering, lalu di ayak, setiap kilo gram tanah sampah ini dibubuhi belerang sebanyak 50-100 gram hasilnya berupa pupuk kompos siap pakai yang segera dimanfaatkan untuk memupuk tanaman.
b)      Kompos campur kulit buah kopi
1)      Komposisi bahan yang diperlukan untuk membuat kompas ini adalah:
a.       2 ¼ ….. 4m3 sampa garbage.
b.      6,5 m3 kulit buah kopi
c.       750 kg kototan hewan memamah biak (kira-kira 50 blek minyak tanah, isi 20 liter)
d.      30 kg abu dapur atau abu kayu.
2)      Cara membuatnya adalah sebagai berikut :
a.       Akan lebih baik jika bak pengomposan tersebut dari bak semen. Dasar bak dibuat cekung dan melekuk di bagian tengahnya, lalu di salah satu sisi bak itu dibuat lubang. Maksudnya, agar cairan yang terbentuk selama pengomposan dapat tuntas dan tertampung dengan baik karena cairan ini nantinya juga dimanfaatkan lagi, disiram ke atas bahan-bahan yang sedang dikomposkan. Seandainya kita tidak bisa menyediakan bak semen, bak pengompasan bisa juga berupa tanah galian dengan lubang berukuran 2 ½ x 1x1 meter meter (panjang, lebar dan tinggi). Hanya saja, kalau kita menggunakan bak pengompasan seperti ini hasilnya tidak akan sempurna dari kompasnya menjadi lembek dan berair.
b.      Kemudian sampah beserta kulit buah kopi dan kotoran ternak diaduk menjadi satu. Campuran ini dimasukkan kedalam bak setinggi 1 meter. Campuran jangan dipadatkan sebab akan menjadi mampet dan kekurangan oksigen, akibatnya, mikro organisme anaerob atau berkembang biak mendominasi. Mikro organisme aerob, sehingga proses pengomposan tidak dapat berlangsung sempurna, setelah itu bagian atas ditaburi abu secara merata.
c.       Cairan yang keluar dari bak semen ditampung dan disiramkan ke permukaan campuran kompas, untuk meningkatkan kadar nitrogen dan mempercepat proses pengompasan.
d.      Setelah dua sampai tiga minggu kompos perlu dibalak-balik setiap minggu, setelah dua sampai tiga bulan kompas sudah cukup matang dengan sempurna.
e.       Sebelum dimanfaatkan sebaliknya kompas di jemur dulu sampai agak kering dan kadar airnya tinggal + 50-60%.

c)      Kompos sistem Bogor
Pengomposan cara ini, sudah sejak lama dilakukan oleh balai penelitian tanaman pangan Bogor Jawa Barat.
(1)   Bahan-bahan yang dibutuhkan :
a.       Sampah garbage
b.      Jerami kotor yang sudah bercampur dengan kotoran dan air kencing ternak.
c.       Kotoran ternak dan air kencingnya.
d.      Abu dapur atau abu kayu

(2)   Cara membuatnya
Campuran jerami dan sampah ditimbun dalam bedengan berukuran 2 ½ x 2 ½ m sampai setinggi 25 cm, di atasnya ditimbuni campuran kotoran dan air kencing ternak secara merata, kemudian ditimbun lagi campuran jerami dan sampah sampai setinggi 25 cm dan ditutup lagi dengan campuran kotoran dan air kencing ternak. Demikian seterusnya sampai setinggi 1 ½ m. selanjutnya bagian paling atas ditimbun abu sampai setebal + 10 cm. setelah 15 hari, campuran dibalak-balik. Begitu pula setelah 30-60 hari. Kemudian setelah tiga bulan kompas sudah cukup matang dan bisa segera dimanfaatkan.

3)      Pembuatan Genteng
Ternyata sampah pun dapat dibuat menjadi bahan bangunan. Sampah yang selama ini kita anggap sebagai barang yang tidak berguna dan tidak mempunyai nilai ekonomis, ternyata sangat menguntungkan bagi kita. Di bawah ini akan diterangkan cara membuat genteng dari sampah plastik.

a.       Bahan-bahan yang dibutuhkan
(1)   Sampah plastik
(2)   Cetakan seng dari seng
(3)   Kertas limak
(4)   Kawat untuk kerangka genteng

b.      Cara membuatnya
Mula-mula cetakan seng dipasang di atas kompor, nyala kompor cukup kecil dulu. Kemudian plastik dipotong-potong menjadi kecil dan dimasukkan ke dalam cetakan, setelah di alas dengan kertas limak, kawat konstruksi dipasang di tengah, sebab diatasnya ditimbun lagi dengan potongan-potongan plastik. Sebelum penutup cetakan di pasang, bagian atasnya dilapisi dengan kertas limak, nyala kompor lalu diperbesar, setelah  + 5 menit serbuk plastik telah meleleh dan membentuk seperti bentuk cetakannya. Kemudian memasukkan cetakan kedalam bak air agar lelehan plastik cepat dingin. Setelah itu genteng pun siap diangkat dan segera dimanfaatkan.

4)      Pembuatan Eko semen
Eko semen adalah semen yang terbuat dari sampah dan dibawah ini akan dijelaskan cara membuatnya :

a.       Sampah dibakar menjadi abu, abu inilah yang akan dijadikan eko semen. Abu ini dan endapan air kotor mengandung senyawa-senyawa oksida seperti CaO, SO2, Al2A3 danm Fe2O3, oleh karena, abu ini bisa berfungsi sebagai pengganti cly yang digunakan pada pembuatan semen biasa.
Namun CaO yang terkandung pada abu hasil pada pembakaran sampah dinilai masih belum mencukupi, sehingga limestone (batu kapur) sebagai sumber CaO masih dibutuhkan sekitar 57% dari keseluruhan. Sedangkan pada semen biasa limestone yang dibutuhkan mencapai 78% dari keseluruhan. Proses selanjutnya, abu hasil pembakaran sampah (39%), limestone (52%), endapan air kotor (8%) dan bahan lainnya dimasukkan kedalam rotary. Klin untuk kemudian dibakar. Untuk mencegah terbentuknya dioksin, pada proses pembakaran dirotery klin dilakukan pada + 1.400oC karena pada suhu Tebuireng, dioksin terurai secara aman.
Kemudian gas hasil pembakaran pada rotary klin diinginkan secara cepat untuk mencegah proses pembentukan dioksin ulang, sehingga hasil gas buangan tidaklah berbahaya bagi manusia, sedang pada pembakaran yang masih mengandung senyawa logam dipisahkan dan dapat digunakan untuk kebutuhan lain. Dan hasil akhir dari proses ini adalah eko semen. Plastik vinil yang terdapat dalam sampah pada proses pembakaran akan mengakibatkan kekuatan kongkrit eko semen berkurang. Hal ini diakibatkan oleh adanya gas C12 yang dapat mempengaruhi kekuatan kongkrit eko semen.

BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Dari pembahasan di atas, maka dapatlah kita simpulkan sebagai berikut :
1.      Jenis-jenis sampah yang dapat didaur ulang.
a.       Berdasarkan Keadaannya
                                      1)      Sampah Anorgonik/ kering
                                      2)      Sampah Orgonik/ basah
b.      Berdasarkan Sumbernya
1)      Sampah Alam
2)      Sampah Manusia
3)      Sampah Konsumsi
4)      Sampah Nuklir
5)      Sampah Industri
c.       Berdasarkan Sifatnya
1)      Sampah lapuk (berbage)
2)      Sampah rubbish/ tidak lapuk

2.      Hasil daur ulang sampah
a.       Briket orang sampah
b.      Kompos
c.       Genteng
d.      Semen






3.2    Saran-saran
Saran-saran yang hendak penulis sampaikan adalah sebagai berikut :
1)        Negara kita kaya akan sumber daya manusia. Maka kita patutlah memanfaatkan  “barang yang tidak berguna” menjadi barang yang mempunyai nilai ekonomis.
2)        Kesehatan sangatlah mahal harganya. Maka dari itu, perlu kita tiadakan barang yang dapat menimbulkan penyakit tersebut.

DAFTAR PUSTAKA



Apriaji, Ir. Wied, Harry, 1991, Memproses Sampah, (Jakarta: Penebar Swadaya)
Ariswara, 1987, Daur Ulang (Bandung: PT. Eresco)
Al-Qur'an dan terjemahnya, 1996, Departemen Agama Republik Indonesia .
Laila, Dra. Siti, M.Pd. 2005. Biologi I SMA (Bandung:Yudistira)
Sakhiyono, Drs. 1988. Biologi I SMA (Jakarta: Intan Pariwara)
Sukardi, Eddi dan Tanudi, 2004, Membuat Bahan Bangunan dari Sampah (Jakarta: Puspa Swara)
http://www.promosi kesehatan.com/artikel
http://www.Solidwaste.org.Corimon
http://www.Tempointeraktif.com


[1] http:/www.Jala Sampah. Or.id
[2] http:/www.Tempo Interaktif.com.
[3] http://www.Promosi Kesehatan.com/Artikel
[4] Drs. Sktiyono, Biologi: ISMA, Intan Pariwara
[5] http://www. Jenis-Jenis Sampah. or.id
[6] Ariswara, Daur Ulang, PT. Eresco
Share this article :

0 komentar:

Poskan Komentar

Popular Posts



 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. GUS AFLACH - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Modified by CaraGampang.Com
Proudly powered by Blogger